Ini Kenangan Almarhum Mantan Bupati Acep Purnama di Mata Para Sahabatnya
Moh Toha (bertopi) bersama sejumlah rekannya sesama Sahabat Acep Purnama, saat berbincang terkait keangan bersama Almarhum semasa verjuang bersama-sama di PDI Perjuangan, Senin (27/5/2024). Foto: IST

Ini Kenangan Almarhum Mantan Bupati Acep Purnama di Mata Para Sahabatnya

SiwinduMedia.com – Kepergian Bupati Kuningan Periode 2018-2023 H Acep Purnama SH MH menyisakan banyak kenangan bagi masyarakat Kuningan pada umunya, lebih khusus lagi bagi para sahabatnya.

Berbagai cerita kenangan dengan Almarhum H Acep Purnama diceritakan sejumlah sahabatnya saat berbincang dengan SiwinduMedia.com, Senin (27/5/2024). Mereka adalah Moh Toha, Tedi Gunawibawa, Ratno Risdiana SPd, Komardani dan Eman Sulaeman.

Menurut Toha, saat ini semua masih diselimuti duka atas kepulangan seorang sosok, seorang tokoh yang memiliki jiwa semangat tinggi dan sering memotivasi untuk terus bergerak dan berjuang mengejar tujuan yang dicita-citakan bersama.

“Pada dasarnya Beliau bukan sekedar ingin menempatkan dirinya, melainkan pemikiran dan gagasanya dapat mewarnai dalam kiprah membangun masyarakat Kuningan. Baik itu melalui organisasi politik PDI Perjuangan yang beliau pimpin, begitu pula melalui mimpinya untuk melanjutkan kepemimpinannya di pemerintahan, kata Toha diiyakan rekan-rekannya sesama Sahabat Acep Purnama.

Jiwa kepimpinan Acep Purnama, kata Toha, meneguhkan sikap pengabdian yang begitu besar terhadap kepentingan masyarakat Kabupaten Kuningan. Hal ini dapat dirasakan bersama dan tercermin dalam aktivitas politiknya yang sangat mengedepankan nilai-nilai pendekatan kemanusiaan, dalam membangun hubungan emosional dengan rakyat berbasis budaya dan keadaban bermasyarakat.

Baca Juga:  Tangis Haru Ribuan Warga Sambut Kedatangan Jenazah Almarhum H Acep Purnama

“Karakteristik Almarhum tidak pernah membedakan strata serta status sosial, menjadikan beliau memiliki kedekatan dengan semua kalangan masyarakat. Akomodatif dan aspiratif dalam setiap menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat, merupakan kebiasaan yang mewarnai sikapnya dalam menjalankan tugas sebagai Bupati Kuningan,” tutur Toha.

Dalam perjalanan sejarah memimpin PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, lanjut Toha, Acep adalah kader yang mampu mempertahankan keutuhan organisasi dengan menguatkan soliditas struktur dan kadernya. Hal ini menegaskan bagwa pada diri Almarhum terdapat nilai-nilai kebersamaan, gotong-royong, dan kekeluargaan untuk menjawab serta menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi dalam dinamika politik internal.

“Dengan ketegasan beliau, sampai hari ini PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan dapat mempertahankan jati dirinya sebagai partai yang mendapat kepercayaan dari masyarakat. PDI Perjuangan di Kabupaten Kuningan tetap menjadi pemenang Pemilu di bawah kepemimpinan Pak Acep,” sebutnya.

Dibalik itu semua, masih kata Toha, tentu saja sebagai umat beragama menyadari serta meyakini bahwa manusia ditakdirkan untuk hidup. Begitu pula memiliki takdir untuk kembali pulang menghadap Sang Maha pencipta Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT.

Baca Juga:  Sosok Acep Dimata Yanuar : Banyak Berjasa untuk Kuningan

“Selamat jalan Bapak H Acep Purnama. Semoga kepulanganmu disertai ketenangan, kedamaian dan keikhlasan. Kami semua mengiringi dengan do’a dalam perjalananmu menghadap Yang Maha Kuasa, Allah SWT,” ucap Toha seraya berdo’a.

Setelah kepulangan Acep Purnama, Toha meyakini bahwa tal sedikit pihak yang akan tetap memegang teguh terhadap perjuangan Almarhum, karena diketahui bersama bahwa cita-cita perjuangan Almarhum belum selesai.

“Atas peristiwa yang terjadi, secara jujur harus kita sadari ini adalah merupakan tantangan dan cambuk bagi kita semua yang peduli terhadap keberlangsungan PDI Perjuangan dalam kekuasaan politiknya. Disaat dihadapkan pada momentum yang sangat penting, yaitu arena demokrasi (Pilkada Kuningan, red), dimana partai harus mempertahankan kebesarannya untuk melanjutkan perjuangan melalui kekuasaan eksekutif, saat ini harus kehilangan kekuatan daya tempur yang menyebabkan kecemasan mendalan menyelimuti pikiran masyarakat yang mencintai PDI Perjuangan,” sebut Toha.

“Di sisi lain, kita semua tidak boleh larut dalam kecemasan itu. Mesti kita sadari bahwa perjuangan tidak akan berhenti di sini. Kendatipun kita bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, tanpa kapasitas, tak ada legitimasi, tetapi kita masih menyisakan kepedulian serta memiliki amanat yang harus ditunaikan. Pak Acep sudah berpulang, tetapi pikirannya dan gagasanya masih ada di sini,” pungkas Toha diiyakan rekan-rekannya yang juga mantan kader PDI Perjuangan itu.

Baca Juga:  Innalillahi! Mantan Bupati Kuningan Acep Purnama Tutup Usia

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

https://www siwindumedia com/9762/ini-kenangan-almarhum-mantan-bupati-acep-purnama-di-mata-para-sahabatnya

Cek Juga

Ketua Partai NasDem Kurban 4 Sapi, Chartam: Nabi Ibrahim Sangat Inspiratif

Ketua Partai NasDem Kurban 4 Sapi, Chartam: Nabi Ibrahim Sangat Inspiratif

SiwinduMedia.com – Hari Raya Idul Adha merupakan momentum sangat penting bagi kaum Umat Muslim di …