Catatan Akhir Acep-Ridho di Milangkala Kuningan ke-525
Pasangan Acep Purnama dan HM Ridho Suganda saat daftar Cabup-Cawabup Kuningan ke KPU di Pilkada 2018. (Foto: IST)

Catatan Akhir Acep-Ridho di Milangkala Kuningan ke-525

SiwinduMedia.com – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, H Acep Purnama-HM Ridho Suganda akan segera mengakhiri masa jabatannya pada 4 Desember 2023. Pasangan ini menjadi pasangan ‘panas-dingin’ selama memimpin Pemerintahan Kuningan.

Acep-Ridho memiliki visi Kuningan MAJU (Ma’mur, Agamis, Pinunjul Berbasis Desa Tahun 2023. Tanggal 12 Maret 2021 di saat pemerintah pusat dan daerah berjibaku menghadapi Covid-19, pasangan ini disinyalir mengalami disharmoni. Itu diduga akibat tidak adanya pelibatan Wakil Bupati dalam mutasi pegawai, yang diekspresikan tidak hadirnya Ridho Suganda dalam pelantikan.

Hal itu disampaikan aktivis pemuda Kuningan yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda PUI, Dr Mas Kana Kurniawan SHI MA. Ia mengungkapkan catatan masa akhir jabatan Acep-Ridho dalam momentum peringatan Hari Jadi / Milangkala ke-525 Kuningan, Jumat (1/9/223).

Disebutkan Dr Kana, sebagai daerah termiskin di Jawa Barat, konflik Bupati-Wabup Kuningan tersebut seperti melupakan tugas pokoknya. Yang akibatnya, masyarakat merasakan kehilangan pimpinannya.

“Gejolak ekonomi berdampak pada masalah sosial, kriminalitas dan pengangguran,” ungkap Kana kepada SiwinduMedia.com.

Baca Juga:  DPRD Ajukan 3 Nama Calon Pj Bupati Kuningan, Deis: Yang Penting Bisa Kerjasama dengan Dewan

Yang luput dari pengawasan dan evaluasi masyarakat, kata Kana, adalah enam program unggulan dalam mewujudkan visi yang publik tidak tahu efektivitasnya. Program tersebut diantaranya percepatan rehabilitasi dan aksesibilitas pendidikan, meliputi rehabiltasi 1000 ruang kelas, 300 ruang kelas baru (RKB), 100 ruang perpustakaan dan beasiswa untuk 1.000 siswa.

Dalam percepatan pembangunan desa, khususnya sektor pertanian dan pariwisata, yakni akan membangun infrastruktur 1.000 jalan poros desa, jembatan, 1.000 kilometer saluran irigasi, 25 desa wisata serta berdirinya 100 desa pinunjul.

Sementara sektor peningkatan produktifitas dan lapangan kerja dari penguatan UMKM/IMKM berbasis teknologi informasi, adanya bantuan modal pengembangan usaha, lahirnya 1.000 wirausahawan baru industri kreatif serta diberikan bantuan untuk 1.000 usaha skala kecil.

Dalam bidang agama, disediakan ruang-ruang kreatifitas masyarakat, termasuk Masjid menjadi pusat kegiatan masyarakat dan pembagian wakaf 1.000 Mushaf Alquran. Adapun bidang kesehatan, yakni pembagian mobil ambulance serta revitalisasi 1.423 posyandu.

“Di akhir masa kepemimpinan Acep-Ridho ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan Jawa Barat, mengalami defisit anggaran sebesar Rp259 miliar sebagaimana data dalam penyampaian KUA PPAS Perubahan APBD TA 2023 di Gedung DPRD Kuningan, Kamis (3/8/2023),” tutur Dr Kana.

Baca Juga:  Jelang Akhir Jabatan, Acep Penuhi Janji Isi Kekosongan Posisi

“Pendapatan Daerah Rp2,852 triliun setelah ada perubahan Rp2,879 triliun. Sedangkan Belanja Daerah awalnya Rp2,826 triliun setelah ada perubahan menjadi Rp3,138 triliun,” imbuhnya.

Cek Juga

Dukung Yanuar Prihatin Jadi Bupati Kuningan, Warga Kadatuan : Butuh Pemimpin Merakyat

Dukung Yanuar Prihatin Jadi Bupati Kuningan, Warga Kadatuan : Butuh Pemimpin Merakyat

SiwinduMedia.com – Sejumlah masyarakat Desa Kadatuan Kecamatan Garawangi menggelar deklarasi dukungan kepada H Yanuar Prihatin …