Pemilu Ekuador yang Tragis: Sebuah Pengingat Penting bagi Indonesia Menjelang Pemilu 2024
Ekuador dibuat gempar akibat pembunuhan calon presiden Fernando Villavicencio yang ditembak mati saat hendak meninggalkan tempat kampanye di Quito. (FOTO: CNN INDONESIA/REUTERS/KAREN TORO)

Pemilu Ekuador yang Tragis: Sebuah Pengingat Penting bagi Indonesia Menjelang Pemilu 2024

Siwindumedia.com – Tragedi mendalam telah mengguncang Ekuador saat Fernando Villavicencio, salah satu calon presiden, tewas dalam serangan brutal saat berada dalam kampanye di Quito. Ia yang pernah menjabat sebagai anggota parlemen, ditembak tiga kali di kepala. Dalam berita yang ada di surat kabar El Universo di deskripsikan memiliki “gaya pembunuh bayaran”.

Saat rivalitas politik memuncak hingga menciptakan iklim kekerasan dan polarisasi, fondasi demokrasi negara pun terancam. Kejadian tersebut bukan hanya memprihatinkan, namun juga menjadi cermin bagi negara-negara lain dalam menyelenggarakan pemilihan, termasuk Indonesia.

Menjelang Pemilu 2024, ada beberapa hal yang Indonesia dapat petik dari kejadian di Ekuador diantaranya adalah

Peran KPU dan Bawaslu

Sebagai penyelenggara, KPU dan Bawaslu harus bersikap adil dan fair terhadap semua kandidat, tanpa membeda-bedakan fasilitas yang diberikan kepada kandidat incumbent dan penantang.

Peraturan KPU dan Bawaslu yang lebih fair, adil dan disiplin terhadap seluruh kandidat, baik kandidat keberlanjutan maupun kandidat perubahan. Kadang hanya kandidat pilihan Presiden incumbent yang diberikan fasilitas sementara kandidat penantang dihalang-halangi untuk menggunakan fasilitas publik.

Baca Juga:  Petisi Linggarjati! Kiai dan Akademisi di Kuningan Ingatkan Presiden Bersikap Negarawan

Keamanan Selama Pemilu

Dalam melindungi seluruh pemangku kepentingan, harus ada aturan keamanan ketat. Tidak hanya polisi, tetapi seluruh aparat keamanan harus menjaga netralitas dan fokus pada tugas utamanya, menjaga keamanan dan ketertiban.

Oleh karena itu, Polisi, TNI harus netral, tugas polisi bukan cawe-cawe hasil pemilu tapi menjaga keamanan pemilu siapapun yang terpilih.

Politik yang Inklusif

Seluruh kandidat presiden harus mendapat fasilitas yang sama dari pemerintah. Di sisi lain, para kandidat presiden juga perlu mengedepankan kampanye yang membangun persatuan, bukan menimbulkan perpecahan.

Penegakan Hukum yang Sigap

Setiap ancaman atau tindakan kekerasan harus dianggap serius dan ditangani dengan cepat dan tegas oleh aparat penegak hukum. Penting untuk penegakan hukum yang sigap terhadap ancaman dan kekerasan politik. Ancaman terhadap calon presiden, partai politik, dan pemilih harus dianggap serius dan ditindaklanjuti secara tegas oleh aparat penegak hukum.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Indonesia diharapkan mampu menciptakan pemilu yang aman, damai, dan inklusif. Kita semua berharap, melalui pemilu yang demokratis, negara Indonesia akan semakin maju dan sejahtera. Semoga cita-cita bersama ini dapat segera terwujud.

Baca Juga:  Berantas Peredaran Narkoba di Kuningan, Polisi Tangkap Pengedar Narkoba dengan Barang Bukti 3.391 Butir Obat Jenis G

Oleh: Achmad Nur Hidayat | Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, CEO Narasi Institute

Cek Juga

Dugaan Pelanggaran Terkesan Diabaikan, Nana Barak : Demokrasi Gagal Dikawal

Dugaan Pelanggaran Pemilu Terkesan Diabaikan, Nana Barak : Demokrasi Gagal Dikawal

SiwinduMedia.com – Penyelenggaraan pemilu 2024 sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat di Kabupaten Kuningan, mendapat sorotan …