Curhatan PKL soal Kondisi Pameran Pembangunan yang tak Seramai Tahun Sebelumnya
Kondisi lapak pedagang di pameran pembangunan pada siang menjelang sore hari sekitar pukul 14.30. Selasa, (5/9/2023). Foto : Fikron Lutfi Arif/Siwindumedia.com

Curhatan PKL soal Kondisi Pameran Pembangunan yang tak Seramai Tahun Sebelumnya

Siwindumedia.com – Berlangsungnya pameran pembangunan yang digelar di Open Space Galery, Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus selama 10 hari dalam rangka (Milang Kala) Kuningan ke-525 memberikan sedikit perubahan yang tidak sesuai dengan harapan pedagang kecil. Selasa, (5/9/2023)

Pasalnya sebagaimana yang di utarakan oleh Bupati Kuningan Acep Purnama, bahwasannya di gelarnya pameran pembangunan selain menunjukan hasil karya anak daerah juga bertujuan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat terutama di bidang UMKM.

Perubahan tersebut nampaknya tidak terlalu begitu dirasakan oleh pedagang kecil yang ikut berjualan di acara pameran pembangunan tersebut.

Tim siwindumedia.com mendengar curhatan dari salah seorang pedagang kecil yang enggan disebutkan namanya, bahwa ia mengungkapkan kondisi pameran pembangunan tahun sekarang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun sekarang pamerannya ngga terlalu rame, terus juga pengunjungnya sedikit ngga kaya tahun kemarin-kemarin,” ungkapnya.

Sambung PKL, ia menuturkan bahwa pada awal berjualan di pameran pembangunan tak gratis, ada biaya pendaftaran sebesar 1,5 juta rupiah.

“Namun biaya pendaftaran per stan itu berbeda-beda sesuai dengan peralatan yang disediakan oleh panitia pameran pembangunan. Yang saya tau biaya pendaftaran dimulai dari 500 ribu sampai 3 juta rupiah,” imbuhnya.

Sementara itu hal yang sama diungkapkan oleh Asep, pedagang pakaian beserta beberapa atribut pakaian. Ia merasakan perbedaan keramainan pengunjung dengan tahun sebelumnya.

“Dulu waktu di terminal kertawangunan tiap malem selalu ada acara, di panggung selalu rame, tapi disini kalo udah jam 10 malem pengunjung udah sepi,” ujar Asep kepada siwindumedia.com di lokasi pameran pembangunan.

Pada awalnya asep menyewa lapak untuk dagangannya sebesar 2,5 juta per 10 hari di acara event pameran pembangunan. Namun Asep tidak berputus asa untuk tetap bertahan menjualkan barang dagangannya hingga penutupan pameran pembangunan.

” Ya mau gimana lagi, saya mah disyukuri aja. Intinya rejeki sudah ada yang mengatur, ” pungkas Asep.

Cek Juga

Antisipasi Musim Kemarau dan Elnino, Kementan RI Bantu Kelompok Tani Pompa Air

Antisipasi Musim Kemarau dan Elnino, Kementan RI Bantu Kelompok Tani Pompa Air

SiwinduMedia.com – Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam upaya peningkatan produksi nasional. Memberikan bantuan pompanisasi kepada …