Dampak Kemarau Panjang, Harga Bahan Pokok Mulai Merangkak Naik
(Foto ilustrasi kebutuhan pokok naik: Sindonews)

Dampak Kemarau Panjang, Harga Bahan Pokok Mulai Merangkak Naik

Siwindumedia.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang. Sebagian besar wilayah Indonesia baru akan memasuki musim hujan pada awal November atau mundur 10-30 hari dari perkiraan sebelumnya, yakni pada Oktober.

Mundurnya musim hujan tersebut memicu kenaikan harga komoditas pangan. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyatakan, harga bahan pokok, seperti cabai, telah mengalami kenaikan signifikan dalam sebulan terakhir.

Ikappi menduga kenaikan tersebut karena dampak musim kemarau yang membuat pasokan air di sentra-sentra cabai terbatas.

Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansuri mengatakan, harga riil cabai rawit merah sudah mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Sementara, cabai jenis lain, seperti cabai keriting merah dan cabai merah, sekitar Rp 80 ribu per kg. “Sejak lima tahun terakhir harga cabai memang selalu naik saat musim kemarau. Ini contoh langsung dampak kemarau,” kata Mansuri.

Mansuri mengatakan, harga cabai pada saat Hari Raya Idul Fitri lalu cenderung terkendali karena bertepatan dengan musim panen. Namun, saat menjelang Hari Raya Idul Adha, harga cabai rawit merah terus melonjak. Padahal, kata dia, tingkat permintaan cenderung normal.

Sementara itu, sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kota Bandung juga terpantau merangkak naik, imbas dari kemarau panjang yang melanda Indonesia.

Dari dua pasar tradisional di Kota Bandung, yakni Pasar Kosambi dan Pasar Ciroyom, tercatat harga komoditas pangan seperti beras, bawang putih, ayam potong, sampai minyak goreng mengalami kenaikan cukup sifnifikan.

Khadijah, salah satu pedagang bumbu di Pasar Kosambi, mengungkapkan bahwa saat ini, komoditas minyak goreng dan bawang putih mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan sampai Rp8.000.

“Pada naik, untuk minyak naik sih lumayan yang dulu dari Rp15 ribu per liter, sekarang jual Rp17 ribu per liter, sekarang kalau bawang putih Rp48 ribu per kilogram dari harga kemarin sempat Rp40 ribuan, pokoknya bawang putih sekarang naik. Ini karena musim kemarau panjang,” kata Khadijah.

Sementara di Pasar Ciroyom, bahan pokok yang mengalami kenaikan signifikan, terutama jenis sayuran seperti cabai merah yang naik menjadi Rp70 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp60 ribu per kilogram, kemudian kentang dari Rp15 ribu per kilogram kini menjadi Rp22 ribu per kilogram.

Untuk komoditas beras, dalam empat pekan selama Bulan Agustus 2023 ini, juga telah mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp10.500 per kilogram, kini menjadi Rp11.500 per kilogram, untuk jenis beras terendah.

“(Pengaruh kemarau) ke beras sudah jelas, naiknya signifikan sekali. Dari awal bulan minggu pertama kenaikannya Rp200, di minggu kedua sampai sekarang sudah lanjut terus setiap minggunya Rp200, sampai sekarang kenaiknnya Rp1.000 rupiah (dari awal bulan),” kata pedagang beras di Pasar Kosambi Rahmat.

Rahmat berharap pemerintah turun tangan atas kenaikan harga yang diakibatkan oleh musim kemarau panjang ini, seperti melakukan pemantauan dan tindakan di pasar, saat harga komoditas lain sedang mengalami lonjakan.

“Untuk sementara ini, Pemerintah belum ada reaksi. Biasanya kalau misalkan sudah mulai ada perubahan, apalagi sampai tiga kali kenaikan, harusnya sih pemerintah langsung ada inspeksi, ada pemeriksaan, ada pengawasan, atau apalagi istilahnya. Ya untuk gimana caranya biar stabil,” kata dia.

Cek Juga

PDI-P Sudah Keluarkan Surat Tugas Calon Bupati, Kuningan kepada Siapa?

PDI-P Sudah Keluarkan Surat Tugas Calon Bupati, Kuningan kepada Siapa?

SiwinduMedia.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) telah mengeluarkan surat tugas …