Tim Kotaku dan PT Triwal Indonesia Gelar Sosialisasi Kusta serta Konsekuensinya
Tim Kotaku sosialisasikan bahaya kusta, Rabu, (17/10/2023). Foto : IST

Tim Kotaku dan PT Triwal Indonesia Gelar Sosialisasi Kusta serta Konsekuensinya

Siwindumedia.com – Tim KOTAKU (Kota Sahabat Kusta) bersama management PT Triwall Indonesia melakukan sosialisasi tentang penyakit kusta dan konsekuensinya di Halaman PT Triwall Indonesia (Kawasan Industri Terpadu Indonesia Cina – Cikarang).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya promotif perusahaan agar seluruh karyawan dapat mengetahui apa itu kusta, penyebabnya, bagaimana pencegahannya serta apa yang harus dilakukan ketika mereka menemukan 1 dari 3 tanda utama gejala kusta.

Kegiatan ini juga bertujuan agar seluruh karyawan tidak melakukan stigma pada orang dengan penyakit kusta.

Kusta adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh kuman kusta (mycobacterium leprae). Penyakit ini menyerang kulit, saraf tepi, dan jaringan tubuh lain kecuali otak. Penyakit kusta sendiri dapat disembuhkan tanpa cacat bila berobat secara dini dan teratur.

Tim Kotaku dan PT Triwal Indonesia Gelar Sosialisasi Kusta serta Konsekuensinya
Peserta sosialisasi tentang penyakit kusta. Rabu, (17/10/2023). Foto : IST

Cara penularan penyakit kusta adalah melalui kontak erat dan lama dengan penderita yang belum berobat MDT dan penularannya secara langsung dari manusia ke manusia melalui droplet (cairan atau cipratan liur yang dikeluarkan seseorang dari hidung atau mulut saat bersin, batuk, bahkan berbicara).

“Kusta disebut sebagai penyakit menular yang sulit menular. Karena dari 100% penduduk yang tepapar kusta, 95% mempunyai kekebalan alamiah sehingga tidak tertular, 3% dapat tertular namun bisa sembuh sendiri dan hanya 2% yang tertular dan membutuhkan pengobatan. Selain itu, selama kita tidak berinteraksi erat dan lama dengan penderita kusta yang belum berobat, semakin kecil sekali kemungkinan tertularnya. Maka kata kuncinya terletak pada imunitas dan penderita kusta dan belum berobat,” ujar Robi selaku District Officer program Kotaku, Rabu (17/10/2023).

Kegiatan sosialisasi ini juga sebagai apresiasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi atas penanganan management PT Triwall Indonesia terhadap salah satu karyawannya yang terkena kusta.

“Kami atasnama Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengapresiasi setinggi–tingginya kepada PT Triwall Indonesia karena telah memperlakukan karyawannya yang terkena kusta dengan baik, tidak membeda–bedakan, tidak melakukan tindakan diskriminasi dan tetap menghimbau kepada karyawan lain agar memberikan dukungan kepada karyawannya yang terkena kusta. Kami harap, semoga apa yang dilakukan oleh PT Triwall Indonesia, dapat menjadi suri tauladan bagi perusahaan – perusahaan lainnya”, ujar Hj Mulyaningsih selaku Wasor Kusta Kabupaten Bekasi.

Program Kotaku sendiri merupakan pendekatan inovatif di wilayah daerah perkotaan yang endemis kusta dengan meningkatkan skrining, rujukan, dan edukasi kusta pada sektor pelayanan kesehatan swasta termasuk Dokter Praktik Mandiri (DPM), dokter swasta (dokter umum dan spesialis), klinik swasta/perusahaan, kader kesehatan, dan masyarakat di wilayah padat penduduk sehingga pasien kusta dapat didiagnosa dan diobati dengan teratur agar sembuh dan stigma berkurang.

Dengan adanya program Kotaku, komunikasi dan rujukan kesehatan antara perusahaan dengan klinik swasta, klinik swasta dan perusahaan dapat terjalin dengan baik terutama terkait penanggulangan penyakit kusta.

“Kami atasnama management mengucapkan terima kasih banyak karena berkat adanya program Kotaku, kami dapat menyambung komunikasi yang lebih mudah dengan klinik swasta dan Puskesmas terutama mengenai bagaimana penanganan dan tindakan yang tepat terhadap penderita kusta,” kata Evi, HRGA PT Triwall Indonesia.

Selain itu, berkat adanya program Kotaku ini, baik management maupun staf dapat mendapatkan informasi yang tepat tentang penyakit kusta. Kami semua berkomitmen akan ikut berkontribusi pada penemuan kasus kusta sedini mungkin, melaporkan ke pihak terkait bila ditemukan karyawan kami yang terkena kusta dan tidak akan melakukan tindakan diskriminatif atau stigma pada karyawan kami yang terkena kusta. Semoga Kabupaten Bekasi dapat bebas kusta,” sambungnya.

Cek Juga

Tanggapi Masalah Kohe di Wilayah Cigugur, Pemda Kuningan Gandeng TNGC Bangun IPAL

Tanggapi Masalah Kohe di Wilayah Cigugur, Pemda Kuningan Gandeng TNGC Bangun IPAL

SiwinduMedia.com – Menanggapi banyaknya laporan warga terkait pembuangan limbah ternak yang tidak tepat sasaran, Penjabat …