Rumah Dilelang Akibat Kredit Macet, LPBH NU Kuningan : Kami Siap Bela

Rumah Dilelang Akibat Kredit Macet, LPBH NU Kuningan : Kami Siap Bela

SiwinduMedia.com – Akhir-akhir ini di Kabupaten Kuningan, banyak beredar informasi kasus lelang jaminan kredit rumah. Hal ini menjadi masalah serius yang terjadi pada konsumen perbankan.

Salah satunya dialami keluarga Farid. Warga Kelurahan Windusengkahan Kecamatan/Kabupaten Kuningan Jawa barat ini mengaku rumah orang tua dan kakak-kakaknya dilelang. Itu lantaran tidak bisa menutupi nilai kredit dari salah satu perbankan yang berada di bawah BUMN di Kuningan.

Farid merasa sangat kecewa rumahnya dilelang dan akan dikosongkan oleh pihak Pengadilan Negeri Kuningan setelah datang surat.

“Keluarga saya dan kakak-kakak saya menangis. Masa rumah luas 525 M2 yang diatasnya ada 3 obyek rumah milik Kakak saya, dilelang dengan harga Rp200 jutaan. Padahal lokasinya di pinggir Jalan Baru Awirarangan dan strategis. Ini saya menduga ada mafia lelang,” kata Farid, Kamis (16/3/2023).

Farid mengungkapkan, tahun 2020 Ia mengajukan kredit untuk usaha kecil penjualan pulsa ke salah satu perbankan sebesar Rp150 juta. Namun dalam perjalan usahanya mengalami kemunduran akibat adanya Pandemi Covid-19 saat itu.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Sindangagung Usai Rombongan Bupati Kuningan Tinjau Bencana di Ciwaru

Farid tidak mau menyerah. Ia pun melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan usahanya tersebut. Bahkan kepada pihak perbankan pun dirinya mengaku telah mengajukan restrukturasi dan rileksasi. Namun upaya tersebut menurutnya tidak diakomodir.

“Akhirnya secara tiba-tiba rumah dilelang. Padahal sebelum dilelang, saya meminta bantuan pengacara untuk menggugat agar minta keringanan ke Pengadilan, dan agar jangan dilelang. Padahal hutang saya tinggal 90 juta lagi, dan saya siap membayar pelunasan,” janji Farid.

Yang lebih heran lagi, lanjut Farid, pelelangan rumah keluarganya dilakukan begitu cepat. Tanggal 1 September 2022 pengumuman dan 29 September 2022 pemenangnya sudah bayar DP. Saat itu Ia langsung meminta agar rumah keluarganya jangan dilelang ke Pengadilan.

“Kami tidak pernah diajak muswarah atau seperti apa gitu, kan saya rakyat kecil. Jaminan itu juga saya pinjam ke orang tua dan Kakak-Kakak saya. Yang heran lagi adalah pembelinya saudara Istri yang sudah tahu kondisi kami, dan sekarang minta pengosongan rumah,” tutur Farid yang saat ini dirinya berprofesi sebagai tukang cukur di Ciawigebang Kuningan.

Baca Juga:  Ketua Fraksi PDIP DPRD Kuningan Bantah Pertemuan “Cibentang” Difasilitasi Sekretariat Dewan

Terpisah, Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) NU Kuningan melalui sekretarisnya Aof Ahmad Musyafa SH yang juga Ketua Gusdurian Kuningan, meminta kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dan waspada saat melakukan pinjaman dengan jaminan rumah atau tanah ke perbankan. Pihaknya juga tidak mengharapkan masyarakat dirugikan karena ada dugaan mafia lelang.

“Kami akan membuka Posko Lawan Mafia Lelang yang siap menerima pengaduan ketidakadilan masyarakat akibat adanya dugaan mafia lelang. Kami siap melawan segala bentuk mafia yang dapat merugikan masyarakat kecil, termasuk mafia lelang rumah akibat kredit macet,” tegas Aof.

Menurut Aof, pihak perbankan bisa besar karena adanya konsumen. Ia pun meminta agar Perbankan tidak semena-mena. Kalaupun ada hal yang bisa dibantu, jangan malah terkesan main-main dengan nasib orang, terlebih lelang rumah menjadi masalah yang berarti bagi konsumen.

“Rumah itu ibarat istana setiap orang. Jangan asal lelang. Kami sangat miris dan sedih mendengan cerita Farid dan keluarganya yang mengalami musibah seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Selama 5 Hari, KAMMI Kuningan Gelar Pesantren Kilat Ceremai di Desa Cilaja

Selanjutnya, pihak LPBH NU Kuningan pun meminta pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah Kabupaten Kuningan untuk mengedukasi dan melindungi masyarakat dari dugaan mafia lelang.

“Otoritas Jasa Keuangan atau OJK juga harus berperan aktif dan memberikan sanksi kepada perbankan-perbankan nakal,” puntanya.

Cek Juga

Bazar Ramadhan DWP Kuningan, 10 Ton Beras Ludes Diserbu Pembeli

Bazar Ramadhan DWP Kuningan, 10 Ton Beras Ludes Diserbu Pembeli

SiwinduMedia.com – Tak butuh waktu lama sebanyak 10 Ton beras habis dibeli masyarakat pada kegiatan …