Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih ke Sejumlah Desa di Kuningan
BPBD Kabupaten Kuningan sedang mendistribusikan air bersih melalui mobil tanki BPBD, di salah satu desa yang mulai mengalami kekeringan, Kamis (5/10/2023). Foto: Mumuh Muhyiddin/SiwinduMedia.com

Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih ke Sejumlah Desa di Kuningan

SiwinduMedia.com – Kemarau panjang saat ini menyebabkan sejumlah desa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengalami kekeringan. Hal itu membuat Pemda melalui BPBD turun tangan untuk menanggulangi kebutuhan warga, khususnya air bersih.

Penyaluran air baku / air bersih tersebut disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan ke sejumlah Desa yang membutuhkan.

Penyaluran air bersih tersebut juga dilakukan Pemda Kuningan melalui BPBD, dalam rangka siaga darurat kekeringan, kebakaran hutan dan lahan. Terdapat sekitar 8 desa di beberapa kecamatan yang diberikan bantuan air bersih.

Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, kepada SiwinduMedia.com mengungkapkan, data 8 Desa yang diberikan bantuan air bersih oleh BPBD ini, sesuai dengan permintaan dari desa yang telah melaporkan dan mengajukan permohonan.

“Permohonan ini disampaikan karena di beberapa desa tersebut sudah mulai kesulitan untuk mendapatkan air baku atau air bersih. Dan jumlah desa yang memerlukan air bersih ini datanya dinamis,” ungkap Indra, di sela penyaluran air bersih ke Desa Cimulya Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan, Kamis siang (5/10/2023).

“Walaupun sebetulnya tidak kita harapkan, tapi tidak menutup kemungkinan desa yang memerlukan air bersih ini jumlahnya bertambah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan, Kepala UPT Damkar Kuningan Sampaikan isi Maklumat Karhutla

Pelaksanaan distribusi air bersih, lanjut Ibe, sapaan akrabnya, dilaksanakan melalui beberapa tahapan mulai dari 16-29 September 2023 untuk tahap 1 dan tahap 2.

Menurutnya, permasalahan kekeringan ini juga menjadi perhatian dari beberapa organisasi masyarakat, relawan dan donatur, yang secara mandiri juga ikut serta membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selanjutnya, masih kata Ibe, berdasarkan prakiraan BMKG, bahwa musim kemarau ini akan sampai dengan bulan Oktober. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian, terkait potensi kekeringan ke depan, terutama di daerah kecamatan dan desa yang sudah terinventarisir menjadi desa rawan kekurangan air bersih.

“Terkait hal tersebut, pemerintah daerah melalui BPBD Kuningan akan melaksanakan penambahan armada mobil tangki, untuk lebih mengoptimalkan pelayanan pengiriman air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Penambahan armada tangki ini dimulai tanggal 3 Oktober kemarin,” jelasnya.

Sebagai informasi, terdapat 8 desa di 4 kecamatan yang sudah diberikan bantuan air bersih. Dalam perjalanan tahap 1, ada satu desa yang menyatakan tidak perlu lagi pengiriman air bersih. Jadi total ada 7 desa di 4 kecamatan.

Baca Juga:  4 Bulan Menghilang, Nenek Ikah Akhirnya Ditemukan Sudah Meninggal di Jalur Pendakian

Hal ini sesuai dengan permintaan dari desa. Diantaranya Desa Cihanjaro dan Simpayjaya Kecamatan Karangkancana, Desa Tugumulya Kecamatan Darma, Desa Cihaur Kecamatan Ciawigebang, Desa Cimulya, Cileuya, Kananga, dan Desa Mekarjaya Kecamatan Cimahi. Desa-desa ini telah melaporkan dan mengajukan permohonan distribusi air bersih.

“Permohonan ini disampaikan karena di beberapa desa tersebut sudah mulai kesulitan untuk mendapatkan air baku atau air bersih,” ujar Ibe.

Lebih lanjut Ibe mengatakan, pendistribusian air bersih pada tahap 1, 2 dan 3 sedang dilaksanakan untuk menjangkau 7 desa. Adapun jumlah total sekitar 158 ribu liter untuk tahap 1 dan 2 sudah yang didistribusikan BPBD.

“Saat ini sudah didistribusikan tahap 3, mulai tanggal 3 Oktober yang direncakan sampai tanggal 7 Oktober untuk armada tambahan tangki kapasitas 8000 liter. Adapun untuk tangki BPBD dijadwalkan dari tanggal 3 sampai 22 Oktober berkapasitas tangki 5000 Liter.

“Tidak menutup kemungkinan akan ada tahap selanjutnya disesuaikan dengan situasi kondisi dan sesuai dengan laporan yang diterima. Permohonan dari wilayah yang membutuhkan air bersih,” katanya.

Menurut data yang didapatkan, sebut Ibe, selain distribusi air oleh Pemerintah Daerah melalui BPBD Kabupaten Kuningan, juga dilaksanakan oleh Polres Kuningan dan Kodim 0615/Kuningan dengan program pipanisasi. Kemudian ada pula dari BRI, Baznas, MDMC, serta organisasi masyarakat dan relawan lainnya yang juga banyak berperan serta dalam distribusi air bersih kepada desa atau masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:  Kapan Musim Kemarau di Indonesia Berakhir? Ini Prediksi BMKG

“Total diperkirakan sudah sekitar 444 ribu sampai 450 ribu liter air bersih yang sudah distribusikan. Malahan berdasarkan laporan dan data di lapangan, ada perusahan yang telah mendistribusikan air bersih di Desa Cimulya Kecamatan Cimahi semenjak bulan Agustus sampai dengan hari ini tanggal 5 Oktober 2023,” sebut Ibe.

“Dari perusahaan Charon Pophan telah mendistribusikan kurang lebih 7000 ribu liter. Tentunya hal ini sangat membantu dan diapresiasi oleh masyarakat desa setempat atas bantuan distribusi air,” tambahnya.

Atas hal tersebut, pihaknya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih. Dan tentunya menaruh harapan selain bantuan distribusi air bersih yang disampaikan Pemda, TNI, Polri, BUMD, juga akan ada bantuan dan kepedulian dari pihak swasta, relawan ataupun organisasi masyarakat lainya yang mau berpartisipasi dalam upaya membantu masyarakat yang kekurangan air bersih.

Cek Juga

Dukung Yanuar Prihatin Jadi Bupati Kuningan, Warga Kadatuan : Butuh Pemimpin Merakyat

Dukung Yanuar Prihatin Jadi Bupati Kuningan, Warga Kadatuan : Butuh Pemimpin Merakyat

SiwinduMedia.com – Sejumlah masyarakat Desa Kadatuan Kecamatan Garawangi menggelar deklarasi dukungan kepada H Yanuar Prihatin …