Ada Tempat Makan Khas Palestina Nih di Kuningan! Namanya Al-Aqsa Resto & Cafe
Ceremonial gunting pita oleh Bupati Kuningan, H Acep Purnama SH MH. Saat grand opening Al-Aqsa Resto & Cafe di Desa Jalaksana, Selasa (8/8/2023). Foto: Purnomo Widodo/Siwindumedia.com

Ada Tempat Makan Khas Palestina Nih di Kuningan! Namanya Al-Aqsa Resto & Cafe

SiwinduMedia.com – Indonesia dan Palestina merupakan dua negara yang berbeda kultur, suku, dan budaya. Tapi seperti yang diketahui bersama, antara kedua Negara ini mempunyai satu ikatan bathin dalam satu akidah.

Di Palestina sendiri, memiliki beragam ciri khas kebudayaan, mulai dari tari-tarian, legenda, sejarah, lisan, peribahasa, lelucon, kepercayaan populer, adat istiadat, dan terdiri dari tradisi (termasuk tradisi lisan) budaya Palestina. Tak terkecuali Negara yang sedang dijajah Israel sejak dulu ini ternyata memiliki makanan khas yang patut dinikmati lidah masyarakat Indonesia.

Untuk yang pertama kalinya, salah satu warga Palestina yang sudah tinggal sejak beberapa tahun ini di Indonesia, membuka Resto (Rumah Makan, red) dengan menu khas Palestina. Dan yang menarik, Kabupaten Kuningan dipilih menjadi lokasi awal dibukanya Rumah Makan Khas Palestina bernama Al-Aqsa Resto & Cafe, tepatnya berada di Jalan Raya Desa/Kecamatan Jalaksana, tepat di sebrang Jalan Tomik.

Restoran ini resmi dibuka oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama dengan gunting pita. Hadir pada kesempatan tersebut, Camat Jalaksana bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Jalaksana, beberapa Kepala Desa se- Kecamatan Jalaksana, tamu undangan yang terdiri dari instansi Sekolah, serta 10 orang Palestina, termasuk Imam Besar Masjidil Aqsa, Syekh Amar Ar-Rafati dan para Tahfidz Qur’an.

Dalam sambutannya, Acep menyampaikan, dengan dibukanya restaurant ini dapat menambah simpul-simpul ekonomi di tengah masyarakat Kuningan. Ia berharap usaha Al-Aqsa Resto & Cafe tersebut berjalan lancar dan mendapat profit yang diharapkan, serta dapat membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Sebelum Lebaran Nenek Rukni Menghilang, Setelah Idul Fitri Ditemukan Sudah Meninggal

“Semoga Al-Aqsa Resto & Cafe dapat berkembang dari waktu ke waktu. Saya titip agar para pekerja atau karyawan dapat menerima haknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pesan Acep, usai gunting pita dalam acara grand opening Al-Aqsa Resto & Cafe tersebut.

Sementara itu, Syekh Mahmoud Ameer (40) selaku Owner Al-Aqsa Resto & Cafe, menjelaskan bahwa di Jakarta dan Bekasi sudah banyak Restoran yang berkonsep makanan Palestina, walaupun bukan dari brand Al-Aqsa. Sementara di Kuningan masih jarang yang menjual makanan khas Palestina.

Meskipun Kuningan sebuah Kabupaten, bukan Kota besar utama seperti Jakarta dan Bandung, namunj dirinya berharap dengan diawali dari Kuningan ini, Al-Aqsa Resto & Cafe bisa mempunyai banyak cabang di seluruh Indonesia.

Disebutkan, makanan utama Al-Aqsa Resto & Cafe ini adalah khas Palestina, terdiri dari nasi kebuli atau dikenal di Indonesia dengan nama nasi panjang. Kemudian ada nasi briyani, dan yang paling spesial nasi maqlu.

Nasi maqlu ini, kata Syekh Mahmoed, merupakan yang pertama di Indonesia, belum ada di tempat lain. Maqlu sendiri berasal dari bahasa Arab, yang artinya terbalik. Yakni sayur dan ayam di bawah, dengan tambahan di atasnya adalah nasi. Lalu dibalik, sehingga posisinya terbalik, posisi nasi jadi di bawah sayur dan ayamnya berada di atas nasi.

“Ada lagi Dazaz mashi, makanan khas Palestina. Ini nasi dan sayur ada di dalam ayam. Banyak juga makanan manis dan minuman khas Palestina. Chef Al-Aqsa Resto & Cafe, kita bawa langsung dari Palestina. Termasuk dari teman dan saudara saya sendiri yang bantu,” tutur Syekh Mahmoed Ameer dengan berbahasa Indonesia.

Baca Juga:  Angka Kasus Covid-19 Kembali Naik, KPU Jabar Batasi Jumlah Pendamping yang Daftar Bacaleg DPRD dan Balon DPD
Tampak para tamu undangan dan warga sekitar, sedang menikmati makanan yang telah di sediakan oleh owner Al-Aqsa Resto & Cafe. Yaitu 200 porsi Nasi Briyani, Selasa (8/8/2023).
Foto: Purnomo Widodo/Siwindumedia.com

Rencana untuk jam operasional resto ini, lanjut Syekh Mahmoed, setiap harinya akan buka dari mulai jam 10.00 WIB hingga jam 21.00 WIB. Kecuali cafe yang berada di lantai 2, bisa saja dibuka hingga jam 00.00 WIB (tengah malam, red). Adapun area makan yang ada di Al-Aqsa Resto & Cafe, yakni di lantai satu ada ruangan VIP room, area lesehan, dan yang memakai meja kursi.

“Untuk lantai dua, area cafe kita fungsikan juga sebagai hall serbaguna. Kapasitasnya hampir dengan 50 meja dan 100 kursi. Kita sediakan mic juga, barangkali ada acara untuk event-event tertentu,” ujarnya.

Di resto ini juga ada program aqiqah, kata Syekh Mahmoed. Customer boleh membawa kambing aqiqah sendiri, dan chef Al-Aqsa yang memasaknya. Atau juga customer semuanya menyerahkan ke Al-Aqsa, tergantung dari biaya yang dimiliki oleh customer tersebut.

Kepada SiwinduMedia.com saat diwawancara secara khusus, Syekh Mahmoud berharap Al-Aqsa Resto & Cafe bisa memudahkan masyarakat untuk mencari makanan khas Palestina, khususnya warga Kuningan dan sekitarnya.

“Saya membuka usaha ini yang penting ikhtiar dan usaha, soal hasil jangan terlalu dipikirkan. Rizki tidak akan kemana-mana. Insya Allah kalau ada rizki, sebagian rizki ini akan saya kirim ke warga Palestina. Jadi, buat warga Kuningan dan sekitarnya, silahkan datang ke Al-Aqsa. Datang ke sini, makan dengan nikmat, lezat, enak, murah, sekalian shadaqah,” ajaknya sambil tertawa.

Baca Juga:  Mulai Tahun Depan Pemerintah Batasi Pembeli Gas LPG 3 KG Hanya untuk Konsumen Terdata

Ia lalu menuturkan, pertama kali dirinya datang ke Indonesia di tahun 2019, dan kemudian tinggal di Bekasi. Dia menceritakan kenapa bisa membuka usaha di Kuningan, itu karena banyak saudara dan temannya yang ternyata sudah tinggal lama di Kuningan.

“Pertama datang ke Kuningan, saya langsung cinta. Kuningan itu adem, hijau, alami, pokoknya luar biasa. Setiap kali saya ke Bekasi, entah kenapa hati saya selalu ingat Kuningan, dan ingin kembali lagi ke Kuningan,” ucap Syekh Mahmoed.

“Alhamdulillah karena seringnya ke Kuningan, Saya jadi tambah banyak saudara, tambah teman-teman,” imbuhnya.

Ia pun bercerita sedikit tentang Palestina yang kondisinya sebagaimana banyak dalam pemberitaan media Indonesia. Setelah bermusyawarah dengan banyak temannya di Kuningan, menurutnya, orang Palestina adalah seorang pejuang, punya prinsip hidup mulia atau mati syahid. Tidak boleh meminta bantuan dengan orang lain, walaupun itu sebenarnya bisa menjadi tanggung jawab sesama umat Islam.

“Maka diputuskan untuk berjuang, mencari rizki dengan Halalan Thayiban, sesuai kata Rasulullah Muhammad SAW, tangan yang di atas lebih baik dari tangan di bawah. Bismillah, kita mulai buka tempat di Kuningan, dengan nama Al-Aqsa Resto & Cafe,” pungkas Syekh Mahmoed Ameer.

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

https://www siwindumedia com/6435/al-aqsa-resto

Cek Juga

Jelang Libur Sekolah, MIS Gereba Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

SiwinduMedia.com – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Gereba yang beralamat di Dusun Manis RT 01 RW …