Bikin Kaget! 600.968 Orang Nunggak Pinjol, Jabar jadi Daerah Penyumbang Terbanyak
Meski secara nilai meningkat, jumlah peminjam atau borrowers dari pinjol yang mencatatkan pinjaman macet relatif menurun. (Foto: Gridfame)

Bikin Kaget! 600.968 Orang Nunggak Pinjol, Jabar jadi Daerah Penyumbang Terbanyak

Siwindumedia.com – Sebanyak 600.968 orang mencatat pinjaman online (pinjol) macet atau gagal bayar angsuran lebih dari 90 hari di platform fintech p2p lending (pinjaman online/pinjol) per Juni 2023. Jumlah itu mencakup 3,30% dari total 18,17 juta peminjam perseorangan.

Berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan tentang fintech p2p lending, total pinjaman macet per Juni 2023 mencapai Rp 1,73 triliun. Nilai itu naik 54,90% dibandingkan Juni 2022, juga sedikit lebih tinggi 0,32% dibandingkan Mei 2023.

Meski secara nilai meningkat, jumlah peminjam atau borrowers dari pinjol yang mencatatkan pinjaman macet relatif menurun.

Jika pada Mei 2023 ada sebanyak 605.168 entitas, maka per Juni tercatat sebanyak 601.338 entitas yang berkontribusi terhadap pinjaman macet.

Ditelisik lebih lanjut, penurunan jumlah peminjam macet dikontribusi dari segmen perseorangan dari per Mei 2023 sebanyak 604.723 menjadi sebanyak 600.968 per Juni 2023. Pinjaman macet yang dicatatkan segmen perseorangan per Juni mencapai Rp 1,35 triliun, pun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya Rp 1,36 triliun.

Baca Juga:  Berminat Ajukan Pinjaman? Bisa BI Checking Sendiri Tanpa ke Kantor OJK

Demikian juga pinjaman macet dari segmen peminjam dari segmen badan usaha yang menurun secara bulanan dari 445 entitas menjadi 370 entitas. Ditinjau dari nilainya, pinjaman macet dicatatkan sebesar Rp 384,45 miliar per Juni 2023, turun dari Mei 2023 mencapai Rp 370,42 miliar.

OJK telah menetapkan standar tingkat wan prestasi pinjol melalui TWP90. Indikator ini merupakan ukuran tingkat wanprestasi atau kelalaian penyelesaian kewajiban nasabah di atas 90 hari sejak jatuh tempo. OJK menetapkan angka batas buntuk mengukur kualitas pinjol adalah 5%.

Bila merujuk pada data statistik yang dipublikasi OJK, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi daerah paling banyak menyumbang kredit macet pinjol di Indonesia per Juni 2023. Angka TWP90 NTB diketahui mencapai 7,67%, alias di atas batas wajar OJK.

Di sisi lain, Pulau Jawa menyusul menjadi daerah dengan rata-rata kredit macet tinggi. Tercatat, angka TWP90 dari total outstanding pinjol per Juni 2023 di pulau Jawa mencapai 3,10%.

Adapun Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah kredit macet pinjol terbanyak di Pulau Jawa, dengan capaian TWP90 sebesar 3,60%. Menyusul, Jawa Timur memiliki rata-rata TWP90 terbesar kedua dengan angka 3,25%

Baca Juga:  Bantu Warganya Lepas dari Pinjol dan Bank Emok, Bupati Bandung Raih Penghargaan Indonesia Awards 2023

Berikut merupakan daftar kredit macet pinjol berdasarkan daerah di Indonesia.

Jawa: 3.10%
– Banten: 2.26%
– DKI Jakarta: 2.94%
– Jawa Barat: 3.60%
– Jawa Tengah: 2.66%
– DI Yogyakarta: 2.04%
– Jawa Timur: 3.25%

Luar Jawa: 1.85%
– Nangroe Aceh Darussalam: 1.02%
– Sumatera Utara: 1.45%
– Sumatera Barat: 1.74%
– Riau: 1.39%
– Kepulauan Riau: 1.73%
-Kepulauan Bangka Belitung: 1.29%
– Jambi: 1.43%
– Sumatera Selatan: 1.83%
– Bengkulu: 1.13%
– Lampung: 2.19%
– Kalimantan Barat: 1.94%
– Kalimantan Tengah: 1.66%
– Kalimantan Utara: 1.85%
– Kalimantan Timur: 2.09%
– Kalimantan Selatan: 2.36%
– Sulawesi Utara: 1.29%
– Gorontalo: 1.29%
– Sulawesi Tengah: 1.16%
– Sulawesi Barat: 1.02%
– Sulawesi Selatan: 2.03%
– Sulawesi Tenggara: 0.78%
– Bali: 1.20%
– Nusa Tenggara Barat (NTB): 7.67%
– Nusa Tenggara Timur (NTT): 1.19%
– Maluku Utara: 1.10%
– Maluku: 1.25%
– Papua Barat: 0.98%
– Papua: 1.38%

Cek Juga

Tidak Ada Dalam Aturan, Kepala dan Perangkat Desa Tak Akan Diberi THR dan Gaji ke-13

Tidak Ada Dalam Aturan, Kepala dan Perangkat Desa Tak Akan Diberi THR dan Gaji ke-13

SiwinduMedia.com – Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran THR dan gaji ke-13 untuk …