Langkanya Gas Elpiji 3 KG, Warga Terpaksa Kembali Pakai Tungku Kayu
Atas langkanya barang tersebut, warga pedesaan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menyiasati kelangkaan elpiji tabung ukuran 3 kilogram dengan memasak menggunakan tungku kayu. (Foto: Dok. Istimewa)

Langkanya Gas Elpiji 3 KG, Warga Terpaksa Kembali Pakai Tungku Kayu

Siwindumedia.com – Tak sedikit konsumen yang mengeluhkan kelangkaan pasokan LPG 3 kilogram di berbagai tempat. Sejumlah konsumen menceritakan upaya mereka mengatasi kelangkaan gas melon tersebut.

Atas langkanya barang tersebut, warga pedesaan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menyiasati kelangkaan elpiji tabung ukuran 3 kilogram dengan memasak menggunakan tungku kayu.

Sitiz warga Sukowidi, Kartoharjo, Magetan menyatakan bahwa dirinya sudah keliling bahkan hingga ke kampung sebelah kampung untuk mencari elpiji melon tapi tidak ketemu.

“Waduh pusing cari elpiji ndak ada, semua toko kosong. Sudah putar-putar keliling kampung sebelah juga ndak ada,” ujarnya, seperti dilansir detikJatim, Selasa (1/8/2023).

Siti mengaku pada akhirnya dia pasrah setelah 2 hari mencari tapi tetap tidak mendapatkan gas elpiji. Namun, kesulitan mencari gas elpiji itu menurutnya sudah terjadi seminggu.

“Sudah lebih seminggu susah cari sering kosong tabung di toko,” kata Siti.

Dia pun menyebutkan bila pun dirinya mendapatkan gas elpiji melon, saat ini harga di pengecer rata-rata mencapai Rp 20 ribu.

Baca Juga:  Mulai Tahun Depan Pemerintah Batasi Pembeli Gas LPG 3 KG Hanya untuk Konsumen Terdata

“Harga Rp 20 ribu di pengecer biasanya,” ujar Siti.

Lantaran sudah pasrah, dia terpaksa membuat tungku darurat dari batu bata. Tungku yang diletakkan di samping rumahnya itu dia pakai untuk memasak dengan kayu bakar.

“Masak pakai kayu ini nostalgia zaman dahulu ingat masih kecil,” tandasnya.

Pengalaman yang sama disampaikan Busiyah (50), Warga Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Pamekasan ini tidak perlu khawatir meski elpiji di sejumlah pengecer di sekitar rumahnya sering kosong sejak dua bulan lalu.

“Kalau elpiji ada kami beli. Tapi jika kosong, kami tetap bisa memasak dengan menggunakan tungku kayu seperti ini,” katanya, Senin.

Busiyah bukan satu-satunya warga yang memasak menggunakan tunggu kayu, akan tetapi puluhan rumah tangga lain di desa ini juga melakukan hal yang sama.

Masyarakat di desa ini sengaja membeli tungku kayu, karena pasokan elpiji ke desanya sering lambat dengan berbagai alasan.

“Pada musim tanam tembakau seperti ini, kami sebenarnya lebih suka memasak menggunakan elpiji. Tapi karena elpiji di toko sebelah sering kosong, ya, kami terpaksa memasak seperti ini,” kata warga lain di desa yang sama, Siyatun.

Baca Juga:  Terjerat Kasus Pengoplosan Gas Elpiji Bersubsidi, Mantan Anggota DPRD Sumut Diringkus

Cek Juga

Pengelolaan Parkir di Cilimus Disoal, Dishub Diminta Bijak

Pengelolaan Parkir di Cilimus Disoal, Dishub Diminta Bijak

SejuSiwinduMedia.com – 4 perintis lahan parkir di sejumlah titik wilayah Cilimus, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) …