Mengenal Museum Taman Wisata Purbakala Cipari, Situs Peninggalan Zaman Megalitik
Museum Taman Purbakala Cipari diresmikan pada 23 Februari 1978 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Prof.Dr. Syarif Thayeb. Situs ini juga dikelola menjadi taman purbakala dan mulai dibuka untuk umum. (Foto: Siwindumedia.com)

Mengenal Museum Taman Wisata Purbakala Cipari, Situs Peninggalan Zaman Megalitik

Siwindumedia.com – Situs Museum Taman Purbakala Cipari merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang berada di Kabupaten Kuningan, Jawab Barat, atau lebih tepatnya berlokasi di Jalan Purbakala, Cipari, Kecamatan Cigugur.

Museum Taman Purbakala Cipari diresmikan pada 23 Februari 1978 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Prof.Dr. Syarif Thayeb. Situs ini juga dikelola menjadi taman purbakala dan mulai dibuka untuk umum.

Bangunan museum tampak sederhana, denahnya oval memanjang dengan dikelilingi kaca. Atapnya masih terbuat dari ijuk dan berbentuk serupa perahu terbalik. Di dalamnya terdapat pajangan artefak prasejarah yang merupakan penemuan dari peneltian di Situs Cipari.

Baca Juga:

Taman Purbakala Cipari! Antara Masa Neolitik dan Paleometalik Prasejarah Kuningan

Dengan tiket seharga Rp 2.000, pengunjung bisa memasuki museum itu. Situs yang diperkirakan mengalami 2 kali masa permukiman manusia pada akhir masa neolitik dan awal pengenalan bahan perunggu sekitar 1000 hingga 500 tahun sebelum masehi.

Sebagai bangunan cagar budaya, situs peninggalan zaman megalitik ini menjadi aset bangsa yang sangat penting, terutama terkait sejarah ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Mengutip dari indonesiakaya.com, Taman Purbakala Cipari ini berada di ketinggian 661 mdpl dengan luas 7.000 meter persegi.

Baca Juga:  Rayakan Momen Tahun Baru, Hotel Santika Premiere Linggarjati Siap Gelar Carnaval Night 

Pengunjung yang datang ke Situs Cipari dapat melihat langsung bagaimana gambaran hidup masyarakat pada zaman batu. Benda-benda yang ditemukan di Situs Cipari terbilang cukup lengkap dalam menggambarkan kehidupan masayarakat masa itu. Indikasinya situs ini berasal dari 1.000-500 sebelum masehi yang bercirikan neolitik dengan tradisi megalitik.

Di Situs Purbakala Cipari juga dapat dilihat keberadaan altar batu, dolmen, lumpang batu, dakon, dan menhir yang terbuat dari batu berukuran besar. Menhir sendiri merupakan batu tunggal berukuran besar yang berbentuk tugu tegak di atas tanah. Menhir berfungsi dalam penguburan dan upacara pemujaan. Sedangkan dolmen merupakan meja batu tempat menaruh sesajen yang akan dipersembahkan pada roh nenek moyang.

Selanjutnya ada tanah lapang membentuk lingkaran yang dikelilingi oleh susunan batu sirap dan pada bagian tengah terdapat batu temu gelang, lokasi ini biasa digunakan untuk upacara yang berhubungan dengan arwah nenek moyang.

Situs Cipari kali pertama ditemukan sekitar 1971 oleh penduduk setempat. Kemudian, pemerintah daerah dan tim khusus yang dipimpin arkeolog Teguh Asmar menggali kawasan itu. Tim lalu menemukan peti kubur ukuran besar dengan posisi membujur timur laut-barat daya.

Baca Juga:  Ulang Tahun ke-5, Bagasi Kuningan Ngaliwet Bareng Rokhmat Ardiyan

Di dalam dan sekitar peti itu, tersimpan fragmen periuk, kendi, piring, gelang batu, kapak perunggu, manik-manik, dan tulang hewan. Pada 1975, peneliti menemukan peti kubur batu kedua lengkap dengan penutupnya berukuran 16 cm x 56 cm x 59 cm.

Tim tidak mendapatkan jasad manusia dalam peti itu. Arekolog menduga, tingkat keasaman tanah yang tinggi menyebabkan jasad itu hancur. Meski demikian, terdapat berbagai benda di dalam peti itu.

Mulai dari tembikar (pernik, pedupaan), gelang batu, beliung persegi, kapak perunggu, hingga manik-manik. Total temuan ialah 49 kapak batu, 19 gelang batu, 36 gerabah, 13 perunggu, dan 6 bulatan tanah. Berbagai artefak itu ada di Museum Situs Taman Purbakala Cipari.

”Temuan ini menunjukkan aktivitas manusia dari zaman neolitikum atau batu ke perunggu sekitar 1.000-500 tahun Sebelum Masehi,” kata Rokiman, pelaksana museum, Rabu (26/7/2023), kepada Siwindumedia.com.

Cek Juga

Perdana Agenda Disporapar, Festival Durian di Desa Wisata Cibuntu

Perdana Agenda Disporapar, Festival Durian di Desa Wisata Cibuntu

SiwinduMedia.com – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Disporapar, secara resmi mengumumkan Calendar of Event (COE) pariwisata …