Bapenda Jabar Lakukan Digitalisasi Pembayaran Pajak Kendaraan Untuk Mendongkrak Pendapatan
Bapenda Jabar telah menjalankan digitalisasi pajak sejak 2015 untuk mempermudah masyarakat membayar pajak dan meningkatkan pendapatan daerah. (Foto: indopajak)

Bapenda Jabar Lakukan Digitalisasi Pembayaran Pajak Kendaraan Untuk Mendongkrak Pendapatan

Siwindumedia.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat menargetkan peningkatan pembayaran pajak melalui kanal digital seperti layanan Samsat Online, sebesar 10-20 persen dari total nilai pendapatan pajak tahun 2023.

“Sepanjang 2022, ada 741 ribu transaksi pembayaran pajak melalui digital di aplikasi dengan nilai penerimaan mencapai hampir Rp700 miliar. Nilai itu meningkat dari tahun 2021 yang sebesar Rp500 miliar. Pada tahun 2023 ini, kami menargetkan pembayaran pajak kendaraan melalui digital bisa mencapai 10-20 persen dari total nilai pendapatan pajak,” kata Kepala Bapenda Jawa Barat, Dedi Taufik, di Bandung, Selasa (18/7/2023).

Pasalnya, Jabar menargetkan PAD senilai Rp 34 triliun pada 2023. Dari pendapatan ini, sektor pajak menjadi penyumbang terbesar PAD.

Adapun lima komponen pajak, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar melaporkan, dari 24 juta kendaraan bermotor yang terdaftar di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), hanya sekitar 10,6 juta yang aktif membayar pajak. Itu berarti, pendapatan pajak yang hilang mencapai 13 juta lebih kendaraan.

Oleh karenanya, Bapenda Jabar mulai mengupayakan kemudahan untuk membayar melalui digitalisasi pajak sehingga membuat proses transaksi keuangan lebih efisien dan transparan.

Dia mengatakan dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak khususnya pajak kendaraan bermotor (PKB), upaya pendekatan kepada masyarakat mesti dilakukan secara bijak.

Optimalisasi digitalisasi dalam pelayanan pajak ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Untuk mengoptimalkan pengelolaan pajak ini, Bapenda Jabar disebut memiliki enam pilar digitalisasi, yaitu Tax Data Integration, New Sipandu, Tax Awareness, New Sambara, Tax Center, dan Tax Appreciation.

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, menuturkan pihaknya terus meningkatkan pendapatan daerah dengan menyeimbangkan antara pragmatisme dan idealisme, kemudian melakukan digitalisasi.

“Selama lima tahun Jawa Barat dengan going digital pendapatan daerah dari pajak kendaraan naik tiga kali lipat dengan berbagai pintu-pintu digital. Kemudian kita harapkan PAD Jawa Barat porsinya sudah lebih besar untuk APBD, yang menandakan fiskal kita ini sangat sehat,” ujar Ridwan Kamil.

Berkat kinerja untuk mencapai digitalisasi pajak, Bapenda Jawa Barat berhasil meraih beragam apresiasi dan penghargaan.

Cek Juga

Mega Proyek Kuningan Caang Rp117 Miliar Masih Berpolemik, DPRD Panggil Eks Kepala Dishub

Mega Proyek Kuningan Caang Rp117 Miliar Masih Berpolemik, DPRD Panggil Eks Kepala Dishub

SiwinduMedia.com – DPRD Kabupaten Kuningan melalui Panitia Khusus (Pansus) Kuningan Caang, memanggil eks Kepala Dinas …