Nasa Prediksi Tahun 2025 Akan ada Kiamat Internet, Ini Tanggapan Para Pakar
(NASA Prediksi Akan Terjadi Kiamat Internet di 2025. Foto: Dok. istimewa)

Nasa Prediksi Tahun 2025 Akan ada Kiamat Internet, Ini Tanggapan Para Pakar

Siwindumedia.com – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memprediksikan akan terjadinya kiamat internet pada 2025. Hal itu diakibatkan oleh badai matahari yang berpotensi melumpuhkan layanan telekomunikasi, khususnya internet, yang saat ini sudah menjadi bagian dari aktivitas manusia.

Saat itu terjadi, penduduk Bumi bakal kehilangan akses internet selama berbulan-bulan. Frasa ‘kiamat internet 2025’ pun sempat menjadi Google Trends.

“Karena angin yang dihasilkan badai matahari di dekat matahari, dampak atmosfer berpotensi dirasakan di Bumi. Suar matahari dan pelepasan massa korona mendorong badai, yang melepaskan partikel matahari dan radiasi elektromagnetik ke planet kita,” ujar NASA dikutip dari USA Today, Selasa (18/7/2023).

Dampak terjadinya lontaran massa korona tersebut akan mempengaruhi layanan yang saat ini banyak dimanfaatkan umat manusia, seperti sinyal satelit, komunikasi radio, internet, navigasi global positioning system (GPS), hingga jaringan listrik. Sektor teknologi disebut akan berdampak parah bila badai matahari tersebut melumpuhkan akses internet.

Potensi badai matahari memicu kiamat internet sangat kecil, tetapi menurut sebuah penelitian, ancaman tersebut tidak bisa diremehkan begitu saja.

Baca Juga:  Tak Bisa Dilihat di Indonesia, Jelang Idul Fitri Bakal Terjadi Gerhana Matahari

Menurut prediksi dari sejumlah pakar, peristiwa badai Matahari memang akan terjadi setelah aktivitas Matahari mencapai puncaknya. Namun, sampai sejauh ini belum ada bukti pendukung klaim terhadap internet apocalypse tersebut.

“Harus ada studi lebih dalam untuk membuat pernyataan soal kekuatan badai Matahari,” ujar Vishal Upendran selaku Research Associate di Lockheed Martin Solar dan Astrophysics Laboratory.

Menurutnya, tak ada prediksi sains yang mendukung bahwa badai Matahari yang mematikan akan terjadi pada tahun 2025. Meramal tingkat keparahan kerusakan dari badai Matahari di Bumi sangat rumit. Apalagi semburan yang dipancarkan Matahari adalah struktur 3-D yang berinteraksi dengan sistem medan magnet Bumi yang juga memiliki struktur serupa.

“Ini adalah sistem yang rumit dan tidak tepat untuk membuat pernyataan tegas tentang terjadinya badai super,” kata Upendran.

Studi karya Sangeetha Abdu Jyothi, pakar ilmu komputer di University of California, AS, 2021, juga mengungkap badai matahari super berpotensi memicu gangguan parah internet dengan peluang 1,6 persen hingga 12 persen tiap dekadenya.

Baca Juga:  Tak Bisa Dilihat di Indonesia, Jelang Idul Fitri Bakal Terjadi Gerhana Matahari

Penelitian selanjutnya, dikutip dari USA Today, memperkirakan kegagalan internet sebesar itu dapat merugikan ekonomi AS – dengan risiko gangguan internet lebih tinggi daripada di Asia – sebesar US$7 miliar per hari.

Cek Juga

Gempa Bumi Kuningan Rusak Sejumlah Rumah, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang

Gempa Bumi Kuningan Rusak Sejumlah Rumah, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang

SiwinduMedia.com – Gempa Bumi kedua berkekuatan M=41 di wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Kamis sore …