Pasanggiri Mojang Jajaka Kuningan/ Foto: Iwan Setiawan/ SiwinduMedia.com

Kuningan Tak Ikut Pasanggiri Mojang Jajaka Jabar, Disporapar Disentil

SiwinduMedia.com – Kuningan Maju dianggap tidak sesuai dengan Visi Kuningan saat ini. Tidak ikut sertanya ajang Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat dimana Dinas Pemuda dan Olahraga (DIDPORAPAR) Kuningan tidak ikut sertaan Kuningan Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat pada tahun 2023.

Saat diKonfirmasi SiwinduMedia.com ketika ditanya tentang ketidakikutsertaan Kuningan untuk Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2023, Dedi Kasi Ekraf DISPORAPAR Kuningan mengatakan ketidak ikut sertaan Kuningan dalam Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2023, dikarenakan Kuningan saat ini sedang mengalami keterbatasan anggaran khususnya DISPORAPAR Kuningan.

“Muhun kaleresan taun ayeuna teu ngintunkeun pasangiri moka Jabar kumargi kirang langkung 3 taun kuningan henteu ng’ayakeun pelaksanaan pemilihan moka’ janten teu aya perwakilan’ srng keterbatasan anggaran kangge pelaksanaan pemilihan moka kuningan Hapunten” katanya, Minggu (16/7/23)

Sedangkan menurut Ageng Sutrisno Ketua Paguyuban Moka Kuningan mengatakan pada siwinduMedia.com, Hal ini sangat disayangkan, sekaligus tidak mencerminkan sosok pejabat yang kreatif seperti nama bidangnya yakni ekonomi kreatif dan industri pariwisata.

Baca Juga:  Gedung Linggarjati Ikon Sejarah Kuningan, Carlan: 2024 Targetkan Kunjungan 3 Juta Wisatawan

“ Saya akan bedah satu – satu bagaimana jawaban ini benar – benar sangat tidak layak untuk diungkapkan oleh sebuah dinas yang beroperasi atas uang pajak dari rakyat, perihal keterbatasan anggaran Setiap lembaga memang dibatasi anggaranya agar mampu berfikir kreatif dengan anggaran yang ada agar bisa menghasilkan program yang luar biasa, Indikatornya jelas bisa memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, meningkatkan prestasi, atau juga mengurangi permasalahan yang ada. Tidak ada satupun lembaga yang memiliki anggaran tak terbatas,” Jelasnya

Sejujurnya lanjut Ageng biaya memberangkatkan perwakilan untuk mengikuti sebuah lomba itu sangatlah minim sekali. Kami malah cukup diberikan doa dan dukungan pun sudah sangat bahagia. Karena jika berbicara dengan para pemuda. Janganlah sesekali membahas masalah berupa uang, kami lebih senang untuk diberi tantangan. “ Berapa si biaya mengirimkan utusan untuk mengikuti pasanggiri moka jabar? Saya yang pernah merasakan menjadi utusan bisa memastikan bahwa gaji seorang kepala dinas pun jauh lebih besar dari ongkos untuk peserta pasanggiri,” tegas Angeng

Baca Juga:  Sungai Cikeuyeup di Dukuhdalem Meluap, Sejumlah Kolam dan Sawah Jebol

Kemudian, Dengan biaya yang sangat minim namun tetap tidak mengirimkan utusan. Ini bukan karena anggaran namun lebih kepada motivasi yang rendah dari pemilik kebijakan.
“ Sejujurnya saya berharap ada hal yang membanggakan lainya dari sebuah prestasi nonomanya. Namun apalah daya tangan tak sampai. Jangankan untuk berprestasi. Untuk mengikuti sebuah pasanggiri pun nampak tak berarti. Jadi sudahlah tepat jika Disporapar benar benar mengubah visi Kuningan Maju menjadi Kuningan Mundur karena kemunduruan pogres berfikir pemangku kebijakanya,” Pungkasnya

Cek Juga

Acep Purnama Pencipta Kesetaraan

Acep Purnama Pencipta Kesetaraan

SiwinduMedia.com – Merenung dan bertafakur, mengamati berbagai fenomena, tentu akan menghasilkan sebuah pemikiran dan kesimpulan …