Tuntut Perombakan Organisasi, 18 Pengurus Provinsi Minta Ketua Umum PB PGRI Mundur
Sebanyak 18 pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi menandatangani Surat Mosi Tidak Percaya kepada Ketua Umum Pengurus Besar PGRI. Wakil Ketua PGRI Nusa Tenggara Barat (NTB), Abdul Kadir mengungkapkan, dalam mosi tersebut pihaknya meminta Ketua Umum PB PGRI mundur. (Foto: Dok Istimewa)

Tuntut Perombakan Organisasi, 18 Pengurus Provinsi Minta Ketua Umum PB PGRI Mundur

Siwindumedia.com – Sebanyak 18 pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) tingkat Provinsi yang meminta adanya perbaikan pada kinerja organisasi. Perbaikan tersebut perlu dilakukan untuk menyelamatkan muruah dan martabat organisasi guru terbesar di Indonesia tersebut.

“Kami ingin mengembalikan muruah PGRI karena PGRI sedang tidak baik-baik saja,” kata Wakil Ketua PGRI Nusa Tenggara Barat (NTB) Abdul Kadir dalam keterangannya dikutip, Kamis (15/6/2023).

Kadir menjabarkan sejumlah permasalahan yang perlu dibenahi antara lain implementasi konstitusi PGRI, tata kelola keuangan dan aset, serta kepemimpinan.

”Kami punya banyak bukti. Fakta-fakta yang lebih terinci dan terurai dapat dilihat pada lampiran,” jelas Abdul Kadir.

Atas permasalahan tersebut, 18 pengurus PGRI Provinsi menandatangani surat mosi tidak percaya kepada Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi.

Mereka adalah Teguh Sumarno (Jawa Timur), Adi Dasmin (DKI Jakarta), Sudarto (Yogyakarta), Yusuf (NTB), Simon Petrus Manu (NTT), Toni Muhtadi (Banten), Lukman (Jambi). Kemudian Muh Syafi’i (Riau), Farida (Kepulauan Riau), A Rahman Siregar (Sumatera Utara), Ilyas Efendi (Lampung), Anwar Sanusi (Kalimantan Timur), Muhamad Amin (Maluku Utara), Frans Lukanus L (Papua Selatan), Nanang Jahyari (Kalimantan Utara), Haruna Rasyid (Sulawesi Barat), M Arif (Papua Barat Daya), dan Bariun (Kota Baubau).

Baca Juga:  Ketua PB PGRI Unifah Rosyidi Dituntut Mundur, Begini Tanggapan PB PGRI

Salah satu poin yang tertuang dalam mosi tidak percaya tersebut pihaknya meminta Ketua Umum PB PGRI mundur. Jika tidak terpenuhi, pihaknya akan terus mengupayakan hal tersebut melalui jalur-jalur yang diatur organisasi.

”Setelah mosi tidak percaya disampaikan, kami siap menjalankan mekanisme organisasi. Kami ingin menyelamatkan marwah organisasi. Ada forum lain, rapat pimpinan nasional yang sesuai dengan jenjangnya,” tegasnya.

Secara terpisah, Unifah Rosyidi menanggapi santai mosi tidak percaya tersebut. Apalagi tidak lama juga akan dilakukan pemilihan ketua umum PGRI yang baru.

“Selain itu banyak daerah yang dicatut. Mereka mungkin kecewa, lah biasa saja, masak kaya gitu diladenin,” katanya.

Cek Juga

Dukung Yanuar Prihatin Jadi Bupati Kuningan, Warga Kadatuan : Butuh Pemimpin Merakyat

Dukung Yanuar Prihatin Jadi Bupati Kuningan, Warga Kadatuan : Butuh Pemimpin Merakyat

SiwinduMedia.com – Sejumlah masyarakat Desa Kadatuan Kecamatan Garawangi menggelar deklarasi dukungan kepada H Yanuar Prihatin …