Antusiasme Warga Bandung Berbondong-bondong Lihat Fenomena Gerhana Matahari Hibrida di Observatorium Bosscha
Terlihat antusiasme warga melihat penampakan gerhana mataharin hibrida, di Observatorium Bosscha, Kamis (21/04/2023) (Foto: kumparan.com)

Antusiasme Warga Bandung Berbondong-bondong Lihat Fenomena Gerhana Matahari Hibrida di Observatorium Bosscha

Siwindumedia.com – Gerhana matahari hibrida tahun ini dapat dilihat di 34 provinsi di Indonesia, termasuk di Bandung. Fenomena alam ini mengundang antusiasme warga Bandung itu sendiri.

Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendadak ramai dikunjungi anak-anak berseragam sekolah. Tampak orang dewasa juga ikut mendampingi.

Mereka berbondong-bondong dengan keluarganya untuk menyaksikan langsung fenomena alam yang cukup langka ini. Menyaksikan gerhana matahari hibrida dipilih warga menjadi salah satu kegiatan di momen libur Lebaran 2023.

Pengamatan gerhana matahari hibrida di Observatorium Bosscha dilakukan dengan menggunakan lima teleskop berukuran kecil, pihak Observatorium Bosscha juga menyediakan satu spot pengamatan gerhana menggunakan kacamata matahari.

“Tadi melihat penampakan lewat teleskop, bagus sekali,” kata salah seorang pengunjung bernama Yudha, Kamis (20/4/2023).

Salah satu pengunjung Observartorium Boscha lainnya, Muhammad Afnan Zakisa Adan (8), siswa kelas 2 SD Negeri 3 Cibogo tersebut juga nampak semringah karena bisa mengamati penampakan gerhana  matahari menggunakan kacamata matahari.

“Tadi mencoba lihat matahari pakai kacamata khusus. Warna mataharinya itu oranye, tapi katanya nggak boleh lihat lama-lama,” ujar Afnan.

Baca Juga:  Gerhana Matahari Hibrida 20 April 2023 : Inilah Jadwal, Lokasi, Dampak Serta Cara Aman untuk Mengamatinya

Pengamatan Gerhana Matahari Hibrida kali ini menjadi yang pertama kali buat Afnan. Termasuk kunjungan ke Observatorium Bosscha, namun sayang tak bisa masuk ke gedung teleskop besar.

Kontak pertama Gerhana Matahari Hibrida di Lembang mulai terjadi pada 09.27. Nampak para pengunjung terlihat antusias ingin menyaksikan prosesi kontak pertama tersebut melalui teleskop dan kacamata matahari.

Namun faktor cuaca menjadi kendala utama, sebab saat gerhana matahari hibrida terjadi cuaca di Lembang saat itu sedang tidak bagus karena tertutup oleh awan sehingga proses terjadinya Gerhana Matahari Hibrida tidak terlihat jelas.

Pengamatan gerhana matahari hibrida yang dilakukan di Gedung Observatorium Bosscha sendiri hanya bisa mengamati 42,5 persen piringan matahari yang akan tertutup oleh piringan bulan saat proses gerhana terjadi.

Cek Juga

Jelang Libur Sekolah, MIS Gereba Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

SiwinduMedia.com – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Gereba yang beralamat di Dusun Manis RT 01 RW …