Akses Jalan Penghubung Antara Majalengka-Kuningan Amblas Hingga Terancam Putus
Kondisi jalan penghubung antara Majalengka-Kuningan tepatnya di Desa Cimeong terancam putus akibat amblas karena longsor (Foto: tribunjabar.id)

Akses Jalan Penghubung Antara Majalengka-Kuningan Amblas Hingga Terancam Putus

Siwindumedia.com –  Akses jalan penghubung antara Majalengka-Kuningan terancam putus akibat kembali mengalami amblas karena diterjang longsor. Longsor tersebut tepatnya terjadi di Desa Cimeong, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka pada Kamis (13/4) sore.

Jalan penghubung antara Kabupaten Majalengka-Kuningan itu terancam putus dikarenakan setengah badan jalan tersebut sudah terkikis longsor.

Titik yang amblas ke dalam jurang mencapai lebih dari setengah badan jalan sehingga membuat kendaraan harus melaju secara bergantian dan berhati-hati.

Kondisi tersebut ditengarai dipicu derasnya hujan yang terjadi belakangan ini.

“Ya, sekitar jam 3 (sore) tanahnya longsor,” kata salah seorang warga Kohar ketika dimintai keterangan, Jumat (14/4/2023).

Kohar juga menuturkan, musibah amblasnya jalan karena longsor yang serupa juga pernah terjadi di jalan tersebut pada tahun sebelumnya. Namun, musibah longsor tahun ini dinilai lebih parah.

“Iya sekarang paling parah. Yang dulu kan baru satu tahun,” ujar dia.

Kohar juga menceritakan, musibah longsor ini terjadi pada saat jalan tersebut mulai diperbaiki. Namun nahasnya, aktivitas perbaikan Jalan Cimeong harus terhenti akibat longsor kembali.

Baca Juga:  Gawat! 4 Pimpinan Parpol Mendadak Ketemuan di RM Cibentang, Bupati Acep : Saya Diundang Bukber

“Sekarang pas mau dibangun, lagi dikeruk, lagi pengeboran, longsor lagi. Nggak ada hujan, tiba-tiba saja, soalnya lagi kerja pengerukan sama pengeboran (perbaikan jalan),” ujar Kohar.

Untungnya dalam insiden amblasnya jalan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, salah satu pekerja mengalami luka ringan akibat material longsor.

“Orang-orang yang lagi kerja di bawah, lagi ngebor, langsung pada lari. Di bawah sedang ada pengeboran. Jadi mesin pengeboran juga yang satu ketimbun sama material ini. Kalau korban nggak ada, cuma ada yang luka kaki doang sedikit,” ucap Kohar.

Akibat peristiwa tersebut, terlihat sejumlah warga dibantu petugas kepolisian dari Polsek Banjaran dan Koramil Banjaran ikut mengatur arus lalu lintas dari kedua arah.

Untuk akses jalan terpaksa dilakukan dengan sistem buka tutup dari dua arah, mengingat badan jalan sebagian telah terkikis.

Di sisi lain, ada satu alat berat yang sedang bekerja menguruk titik yang terkikis.

 

 

 

Cek Juga

Tak Bisa Dilihat di Indonesia, Jelang Idul Fitri Bakal Terjadi Gerhana Matahari

Tak Bisa Dilihat di Indonesia, Jelang Idul Fitri Bakal Terjadi Gerhana Matahari

SiwinduMedia.com – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), mengumumkan sebagian wilayah Bumi akan mengalami …